Cari Blog Ini

Memuat...
    
 TIGA ALASAN
MENGAPA TUHAN YESUS NAIK KE SORGA

1.  Untuk Menyediakan Tempat Buat Kita
Yohanes 14 :1-3, 1) “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. 2) Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 3) Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

Tuhan Yesus naik ke sorga untuk menyediakan tempat buat Saudara dan saya. Tuhan Yesus memulai perkataan-Nya dengan, “Janganlah gelisah hatimu....”. Ini adalah penghiburan buat kita sebab memang hidup di dunia ini banyak mengalami kegelisahan.

2.  Untuk Menjadi Pengantara Bagi Kita
Ibrani 7:25, “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” Tuhan Yesus berada di sorga untuk menjadi pengantara buat Saudara dan saya, artinya Dia menjadi pendoa syafaat. Dia sedang mendoakan Saudara dan saya supaya kita mendapatkan keselamatan secara sempurna. Kalau ada keselamatan secara sempurna, maka ada juga yang disebut tidak selamat dan hampir-hampir tidak selamat.  Saya berbicara bukan kepada orang-orang di luar; tetapi kepada orang-orang yang namanya “Kristen”.   Alkitab tidak pernah menulis, “Sekali selamat tetap selamat.”

a.  Yang Tidak Selamat
      Matius 7:21-23, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?” Siapakah mereka ini? Ternyata mereka bukan orang Kristen yang biasa-biasa, tetapi para pelayan Tuhan. Bayangkan, mereka saja bisa tidak selamat!

•  Tidak Penuh Roh Kudus (Matius 25:1-12)
      Apakah Saudara mengira bahwa 5 gadis bodoh itu adalah orang yang belum mengenal Tuhan? Bukan! Mereka semua adalah orang kristen. Bayangkan, mereka sama-sama membawa pelita, sama-sama sedang menantikan kedatangan Mempelai Pria, tetapi mengapa 5 gadis itu disebut bodoh? Karena mereka kehabisan minyak! 5 gadis yang bijaksana mempunyai persediaan minyak, jadi minyaknya ada terus. Ketika mereka semua lama menunggu karena Mempelai Prianya tidak datang-datang, mereka semua mulai tertidur. Mungkin bisa juga ada yang tertidur secara rohani, lalu tiba-tiba ada suara, “Mempelai Pria datang! Songsonglah Dia!” Kesepuluh gadis itu terkejut serta mempersiapkan pelita mereka. Yang bijaksana menambahkan minyak kepada pelitanya yang hampir habis minyaknya sehingga menyala kembali sedangkan yang bodoh kehabisan minyak. Yang bodoh minta bantuan kepada yang bijaksana, “Pinjamkan kami minyak!” Tetapi yang bijaksana menjawab, “Tidak bisa, persediaan kami tidak cukup. Kamu pergi membeli saja.” Begitu mereka pergi membeli, Mempelai Pria-nya datang dan pintu ditutup. 5 gadis bodoh yang tertinggal hanya bisa berteriak-teriak, “Tuhan, bukakan kami pintu!” dan Tuhan berkata, “Aku tidak pernah mengenal kamu!”. 5 gadis bodoh itu akhirnya tertinggal sedangkan 5 gadis yang bijaksana itu masuk sorga.

      Saudara yang dikasihi Tuhan, berhati-hatilah! Minyak itu berbicara tentang Roh Kudus dan saya selalu menekankan hal ini, yaitu Saudara harus senantiasa dalam kondisi siap siaga dan penuh dengan Roh Kudus. Orang yang tidak penuh dengan Roh Kudus:
-  Kurang suka berdoa
-  Kurang suka membaca Alkitab
-  Kurang suka pergi beribadah
-  Lebih suka berpesta-pora bersama teman-
   teman
-  Free sex, dan sebagainya
         
•  Tidak Melipatgandakan Talenta
    (Mat. 25:14-30)
      Ada hamba-hamba yang masing-masing diberikan 5 talenta, 2 talenta dan 1 talenta dan setelah itu tuannya pergi. Saya mau bertanya, ada berapa banyak hamba-hamba Tuhan di tempat ini? Kita semua adalah hamba Tuhan, artinya kita semua mengenal Tuhan kita. Jadi ini bukan berbicara tentang orang-orang di luar sana melainkan  bicara tentang orang yang sudah mengenal Tuhan atau orang kristen. Mereka semua diberi talenta yang berbicara tentang kemampuan, waktu, sumberdaya, kesempatan untuk melayani Tuhan dan kita semua telah diberikan hal tersebut. Ada yang diberi 5, 2 atau 1 talenta dan Tuannya itu sedang pergi tetapi sebentar lagi akan kembali. Apa yang Dia harapkan? Yang Dia harapkan adalah talenta tersebut dilipatgandakan.

b.   Yang Hampir-hampir Tidak Selamat
      1 Korintus 3:10-15, “Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. “

Saudara, kita membangun hidup ini dengan dasar Tuhan Yesus Kristus. Amin! Sekarang kita membangun dengan bahan apa? Emas, perak, batu permata ataukah kayu, rumput kering dan jerami? Sekali kelak itu semua akan diuji dengan api. Kalau yang tahan uji atau tahan api seperti emas, perak atau batu permata, itu akan mendapat upah. Sedangkan yang kayu, rumput kering dan jerami maka itu akan terbakar, namun karena kebaikan Tuhan orang yang mengalami kerugian itu tetap selamat tetapi seperti keluar dari dalam api. Inilah yang dikatakan hampir-hampir tidak selamat. Memang dia selamat tetapi kalau sampai tergelincir sedikit saja, maka dia tidak akan selamat lagi. 

c.  Keselamatan Yang Sempurna
      2 Petrus 1:5-11, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Amin!”

Tuhan Yesus berdoa dan saya juga berdoa supaya Saudara semua mendapatkan keselamatan yang sempurna. Tetapi jangan lupa, berusahalah sungguh-sungguh!

3.  Agar Roh Kudus dicurahkan
      Alasan ketiga mengapa Tuhan Yesus naik ke sorga adalah karena Tuhan Yesus akan mengutus Penghibur, yaitu Roh Kudus. Pesan Tuhan Yesus sebelum Dia terangkat ke sorga adalah Kisah Para Rasul 1:8, Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”   Amin!
(Pdt. Dr. Ir. Niko Nyotorahardjo)
KEKRISTENAN DAN POLITIK


Bangsa Indonesia sedang memasuki masa yang penting dalam kehidupan politiknya, yaitu mempersiapkan diri menentukan pilihan siapa yang akan memimpin bangsa dan negara yang besar ini untuk lima tahun mendatang.  Mayoritas rakyat begitu antusias di dalam berpartisipasi secara politik menyuarakan pilihan kepada para capres-cawapres yang bertarung untuk kursi no.1 dan no.2 di negara ini.  Mereka menyuarakan suara mereka bahkan sebelum Hari Pemilihan Umum Presiden itu sendiri berlangsung tanggal 9 Juli 2014. Berbagai media digunakan secara spontan oleh berbagai lapisan masyarakat.  Tidak terkecuali juga oleh orang-orang Kristen di Indonesia. Pertanyaan besarnya adalah: bagaimana kita, sebagai orang-orang Kristen dan juga sebagai warga negara yang baik, harus bersikap?  Setidaknya ada 4 (empat) hal yang harus kita ingat dan perhatikan :

1. TETAP MENJAGA KEDAMAIAN SEBAGAI KELUARGA KERAJAAN ALLAH
Setiap warga negara Indonesia memiliki kebebasan penuh untuk menentukan pilihan politik mereka, termasuk warga negara yang Kristen. Sebagai anak-anak TUHAN kita harus ingat bahwa banyak saudara-saudara kita yang seiman yang mungkin saja berbeda pandangan politik/pilihan dengan kita. Itu sah-sah saja dalam dunia demokrasi. Namun salah satu efek negatif dari politik adalah kecenderungan untuk menjelekkan pihak lawan politik.  Ini yang harus dihindari terutama sebagai sesama orang Kristen. Jangan sampai kita malah jadi saling menjatuhkan hanya karena berbeda pandangan politik. Jangan sampai kita malah jadi bertengkar dengan saudara-saudara kita seiman karena pilihan politik kita berbeda-beda. Pertengkaran sebenarnya menunjukkan kelemahan dalam iman kita.

2. TETAP FOKUS KEPADA TUHAN, KEBENARAN DAN KEHENDAK-NYA
Sangat mudah bagi kita untuk tenggelam dalam euphoria politik dan melupakan bahwa fokus hidup kita bukan politik, melainkan rancangan Tuhan Yesus Kristus, yang meliputi kebenaran-Nya dan kehendak-Nya. Panggilan Tuhan atas hidup kita adalah untuk berdampak kepada bangsa ini, sesuai dengan kehendak-Nya. Larut dalam carut-marut politik dapat membuat kita kehilangan fokus kita, yaitu memuliakan TUHAN di dalam segala hal.  Justru di tengah-tengah masa kampanye pilpres seperti ini kita harus lebih banyak berdoa dan memohon agar kehendak-Nya-lah yang terjadi dan bukan keinginan kita.  Fokus kita harus tetap kepada apa yang TUHAN inginkan untuk kita lakukan.

3. BERDOA BAGI PARA PEMIMPIN YANG TUHAN TEMPATKAN DI ATAS KITA
Firman TUHAN mengajar kita untuk berdoa bagi para pemimpin kita, yaitu:
• Pemimpin Rohani -2 Tesalonika 3:1
• Pemimpin Pemerintahan - 1 Timotius 2:1-4

4. TUHAN YANG MEMEGANG KENDALI ATAS BANGSA-BANGSA
Roh Kudus yang ada dalam kita jauh lebih besar daripada yang ada di dalam dunia. Jangan kita khawatir atas apapun juga. Bagian kita adalah untuk terus hidup, berjalan di dalam kepenuhan Roh dan melakukan kehendak-Nya. 2 Timotius 1:7, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” 
(CS)

Translate

VISI

VISION STATEMENT

Menjadi gereja yang berkarakter Kristus serta berdampak bagi sesama

MISI

Membangun karekter Kristus kepada jemaat Tuhan dengan melengkapi tahapan kehidupan mereka, melalui : pengembalaan, pengajaran, pelatihan, media dan tekhnologi.
Menanam dan mengembangkan gereja baru yang berkarakter Kristus.
Membangun dan mengembangkan pelayanan yang memberkati kepada sesama.

NILAI-NILAI GBI GIHON

Doa, Kesatuan, Kerendahan Hati, Fokus, Ketekunan, Disiplin, Pelayanan Prima, Ketaatan, Kesaksian, Ketulusan .