NAIK KE LEVEL YANG LEBIH TINGGI! (1)

KHOTBAH GEMBALA

NAIK KE LEVEL YANG LEBIH TINGGI! (1)


Waktu berjalan begitu cepat dan dengan tidak terasa beberapa hari lagi, yaitu tanggal 4 September 2012, gereja kita berulang tahun yang ke-24. Jadi ini adalah ulang tahun seluruh keluarga besar kita, tetapi dulu jemaat mula-mulanya adalah kebaktian yang ada di sini.
Berawal dari 1 gereja, sekarang sudah menjadi 800 gereja di dalam maupun luar negeri. Dulu kebaktian pertama dimulai dengan sekitar 400 orang sekarang setelah 24 tahun menjadi ± 250.000 orang. Haleluya!
Bukan hanya itu, gereja juga kita diberikan oleh Tuhan perkenanan untuk berdampak bukan hanya kepada Indonesia, tetapi juga kepada bangsa-bangsa lain.

• Secara Nasional, kita diperkenankan Tuhan dalam jaringan besar yang disebut Persekutuan Pelayanan Hamba-Hamba Tuhan Garis Depan yang berjumlah sekitar 9.000 hamba-hamba Tuhan garis depan yang terdiri dari 240 denominasi. Ini luar biasa, karena jumlah denominasi dan lembaga kekristenan di Indonesia ini ada sekitar 323.

• Secara Internasional, kita diperkenan Tuhan untuk berada didalam jaringan doa hampir di seluruh dunia, menyelenggarakan Empowered 21dan selanjutnya dipilih menjadi anggota Council of Eighteen, yaitu anggota dari International Executive Council dari Church of God di manaChurch of God ini adalah gereja partner kita yang sudah berumur 126 tahun yang berada di 174 negara, sedangkan menurut data yang ada, jumlah negara anggota PBB adalah 193 negara. Jadi kalau Church of God ada di 174 negara berarti Tuhan mau memberikan dampak yang luar biasa.

Dan satu hal yang harus kita tahu bahwa semua ini karena Tuhan. Semua karena Tuhan! Kita ini tidak ada apa-apanya. Kita hanya diberikan perkenanan oleh Tuhan dan kasih karunia untuk mengalami semua ini. Amin!

I. TAHUN 5773 ADALAH TAHUN AYIN GIMEL
Tanggal 16 September 2012 jam 6 sore kalender Orang Yahudi akan berubah dari tahun 5772 yang disebut dengan Ayin Beth menjadi tahun 5773 yang mereka sebutkan dengan Ayin Gimel.
Dan yang luar biasa tahun baru Ayin Gimel ini dimulai dari tanggal 16 September jam 6 sore sampai dengan 4 September 2013; tepat pada hari ulang tahun ke 25 gereja kita. Haleluya!
Saya percaya itu bukan satu kebetulan, melainkan Tuhan mau berbicara begitu kuat kepada kita melalui hal ini. Selama beberapa tahun ini saya terus berbicara tentang AYIN (70) yang mempunyai bentuk seperti mata. Memang ini berbicara tentang mata Tuhan dan mata kita, dan sampai dengan hari ini mata Tuhan terus memandang dan memberikan arahan kepada kita.

1. Ayin
“Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.” Mazmur 32:8
Sadarkah Saudara, bahwa Tuhan begitu mengasihi kita? Mata Tuhan selalu tertuju kepada kita. Dia mau menuntun dan menunjukkan jalan mana yang harus kita tempuh serta memberikan nasehat-nasehatNya. Tetapi supaya kita tahu dan peka terhadap nasehat-Nya dan tuntunan-Nya, maka tidak ada jalan lain selain mata kita pun harus senantiasa tertuju kepada Dia.

“Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.” Mamur 123:2
Berjanjilah kepada Tuhan, “Tuhan, memasuki tahun ini, mata saya hanya tertuju kepada-Mu!”

2. Gimel
Gimel itu angka 3, jadi Ayin Gimel berarti 73. Banyak hamba Tuhan dan para nabi yang menyelidiki dan mendapatkan arti daripada Gimel tersebut. Salah satunya berbicara tentang tahun yang menjembatani masa lalu dengan masa yang akan datang. Sehingga pada waktu saya berdoa, “Tuhan, Engkau mau berbicara apa kepada kami, Tuhan? Tuhan, berikan tema apa yang akan Kau katakan kepada kami?” Lalu Tuhan memberikan 1 tema yang harus kita dengar baik-baik, Tuhan berkata, “AKU hendak membawa Gereja ini ke level yang lebih tinggi!” Saya bertanya, “Kenapa Tuhan?” Dan Tuhan berikan 2 (dua) alasan, yaitu :
• Sebab penuaian 1 milyar jiwa atau penuaian besar-besaran yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah itu tidak mungkin kalau gereja-Nya belum dibawa naik ke level yang lebih tinggi.
• Sebab seperti yang selalu Tuhan ingatkan, “AKU datang segera! AKU datang segera! Dan kamu harus kedapatan tidak bercacat dan tidak bercela.”
Tuhan katakan, “Itulah sebabnya AKU bawa kamu masuk ke level yang lebih tinggi!” Amin!

II. TUJUH HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN

1. Kita Harus Memiliki Hati Yang Murni
“Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.” Matius 5:8
Kalau kita tidak memiliki hati yang murni dan suci, kita akan sulit untuk mengenal tuntunan Tuhan dan apa yang Tuhan katakan kepada kita. Karena itu,”Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23)
Agar memiliki hati yang murni, ada hal-hal yang harus kita pastikan tidak ada dalam hidup kita, yaitu:
a. Perbuatan-perbuatan Daging
   Sebab segala perbuatan daging seperti yang tertulis dalam Galatia 5:19–21 itu akan membuat hati kita kotor.
b. Ambisi Pribadi
   Ambisi itu memang konotasinya agak negatif. Ambisi yang benar adalah gol-gol serta rancangan-rancangan yang datangnya dari Tuhan sendiri, bukan yang merupakan konsep/buah pikiran manusia.
c. Motivasi Tertentu
   Marilah kita selalu menguji hati kita di hadapan Tuhan; apa yang sebenarnya mendasari sikap, perkataan, keputusan, pilihan-pilihan kita selama ini.
d. Rasa Takut Melakukan Hal-hal Baru Berdasarkan Paradigma Baru
   Kadang-kadang kita merasa takut untuk melakukan paradigma yang baru padahal Tuhan menghendaki kita melakukan itu.
e. Rasa Tertolak
   Sebab perasaan tertolak akan membuat hati kita menjadi tidak murni.
f. Kebenaran Diri Sendiri
   Artinya, selalu merasa bahwa didalam segala hal hanya pendapat dan pendiriannya sendiri yang paling benar.
g. Mementingkan Diri Sendiri
   Dikuasai oleh kecenderungan hati untuk menaruh kepentingan, kehendak, tujuan pribadi di atas kepentingan semua orang.
h. Perasaan Iri hati
   Orang yang iri hati biasanya berkelakuan yang aneh-aneh. Jangan marah kepada orang itu. Mengapa? Kalau ada orang yang iri hati kepada Saudara, itu artinya Saudara lebih tinggi daripada orang itu. Karena orang hanya iri hati kepada orang yang lebih daripada dirinya. Biasanya orang tidak suka mengakui, “Kamu lebih daripada saya!”, tetapi yang keluar adalah fitnahan dan gosip. Kalau kita mengalami yang seperti itu mengucap syukurlah serta doakan orang itu kepada Tuhan. Amin!
i. Arogansi atau Kesombongan
   Ini yang membuat hati kita kotor dan tidak bersih.
j. Dosa
   Kalau Tuhan ingatkan ada dosa yang harus diselesaikan, mari kita selesaikan supaya hati kita menjadi bersih, murni dan suci sehingga kita dikatakan menjadi orang yang berbahagia karena suci hatinya sebab kita akan melihat Allah. Amin!

2. Kita Harus Makin Intim Dengan Tuhan
Ini adalah pesan yang terus-menerus Tuhan katakan beberapa tahun ini. Tetapi sekarang ditambahi dengan kata “makin,” yaitu makin intim dengan Tuhan. Pada waktu kita akan masuk tahun 2012 ada 7 hal juga yang harus kita perhatikan yang mana salah satunya berbicara bahwa kita harus banyak masuk menara doa. Menara doa itu adalah Pondok Daud, yaitu doa, pujian, penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam.
Kita harus makin intim dengan Tuhan. Tuhan mau memakai Saudara dan saya lebih lagi hari-hari ini serta masuk ke level yang lebih tinggi.

Beberapa waktu yang lalu saya menerima pesan dari “BB” saya tentang doa :
DOA
Doa tidak boleh part-time
Doa tidak boleh sometimes, apalagi no time
Doa harus on time, mesti full-time,kalau bisa overtime.
Sebab kita bisa meninggal anytime!

3. Kita Harus Semakin Serupa Dengan Gambar-Nya
Kita harus makin mencerminkan kemuliaan Tuhan.
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.” Roma 8:28–30

Ada berapa banyak yang tahu bahwa kita ini adalah orang-orang pilihan Tuhan? Amin! Saudara, kita yang percaya sebagai orang-orang pilihan Tuhan, kita ini sudah ditentukan dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya. Sekarang Tuhan berkata, “Makin serupa dengan gambar-Nya!” Jadi kalau tadinya mungkin baru 30% serupa dengan gambaran-Nya, sekarang Tuhan ingin meningkatkan keserupaan itu lagi, sehingga di mana saja kita berada, baik di tempat tersembunyi maupun di tempat umum, di dalam perkataan dan perbuatan, di dalam rumah tangga dan pergaulan, di dalam pekerjaan maupun pelayanan, mereka semuanya akan melihat Tuhan Yesus di dalam diri kita!

BERSAMBUNG

Khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo

HIDUP SEBAGAI SAKSI-SAKSI KRISTUS


RENUNGAN KHUSUS
HIDUP SEBAGAI  SAKSI-SAKSI KRISTUS


Sebagai umat Tuhan, sering kali kita melalaikan tugas kita yang paling penting. Kita berpikir bahwa apabila telah terlibat dalam berbagai pelayanan di gereja itu sudah cukup. Padahal ada suatu tugas yang sangat mendasar yang harus kita lakukan, yakni pergi menjadi saksi Kristus, yaitu :
• Menyaksikan kepada banyak orang, apa yang sudah Yesus perbuat terhadap diri kita.
• Menyaksikan Karya dan Kasih Kristus kepada orang-orang yang berada di luar gereja.

Saksi adalah orang yang melihat, mengetahui atau mengalami sendiri suatu peristiwa atau kejadian. Seseorang yang mengaku sebagai saksi, namun tidak pernah melihat, mengetahui dan mengalami suatu peristiwa atau kejadian, adalah saksi palsu. Dan sebagai orang percaya, kita disebut sebagai saksi-saksi Allah, karena kita dapat melihat keajaiban-Nya dan mengalami mujizat-Nya yang luar biasa.

Hari-hari ini Gembala Sidang, melalui Pastor Message selalu mengingatkan kepada kita gereja-Nya bahwa kita harus menjadi saksi-saksi Allah di mana pun gereja-Nya berada. Karena menjadi saksi Kristus adalah kehidupan gereja dan gaya hidup orang percaya dan menjadi saksi Kristus bukan pilihan tetapi keharusan.

ENAM CIRI SEORANG SAKSI KRISTUS

1. HIDUP DALAM TELADAN KRISTUS

• “Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” (1 Petrus 2:21)
• “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” (1 Yohanes 2:6)

Hidup menjadi pengikut Kristus identik dengan menjadi ciptaan baru di dalam Kristus. Itulah sebabnya, hampir setiap hari kita diperhadapkan dengan berbagai tantangan rohani yang berusaha menyeret kita kepada kehidupan lama kita, yaitu mengikuti hawa nafsu dan dosa. Namun Petrus mengingatkan kita, bahwa Yesus Kristus tidak saja menjadi Penebus serta Juruselamat hidup kita, tetapi juga Pemberi teladan bagaimana kita menjalani kehidupan yang baru di dalam Dia.

Pertama, “mengikuti jejak” Kristus berarti kita meneladani bagaimana Kristus telah hidup. Jika kita membaca berbagai kesaksian di seluruh kitab Injil, maka kita akan mengetahui, bahwa Ia sangat dekat dan taat kepada Bapa-Nya. Apa yang menjadi tujuan-Nya datang di dunia, dikerjakan-Nya sesuai rencana Bapa. Ia hidup dalam kebenaran dan kekudusan, sekali pun Iblis berusaha menjatuhkan-Nya dengan berbagai cara. Kesetiaan-Nya terhadap firman-Nya telah memberikan kepada kita pencerahan, bahwa sesungguhnya kemenangan kita atas dosa dan tipu daya Iblis dapat diraih dengan bersandar pada firman-Nya. Demikian pula kasih-Nya terhadap para lawan-Nya, membuat kita tidak bisa membanggakan diri, sebab kita pun (dulu) adalah orang-orang yang memusuhi-Nya, namun sekarang dikasihi-Nya. Jejak-jejak inilah yang membuat orang Kristen ‘perdana’ begitu kuat di dalam menghadapi tantangan hidup lawan-lawan mereka, sebab mereka mengikuti jejak Kristus.

Kedua, “mengikuti jejak” Kristus adalah identitas orang Kristen. Orang Kristen tidak bisa disebut “Kristen” jika tidak mengikuti jejak Kristus, sebab kata “Kristen” itu sendiri berarti “pengikut Kristus.” Maka, menjadi Kristen berarti menjadi orang yang hidupnya mengikuti teladan Kristus. Ini berarti, mengikuti sikap Kristus atas diri-Nya sendiri, dunia ini dan Allah Bapa, wajib menjadi sikap kita. Marilah kita menjadi orang-orang Kristen yang hidup mengikuti jejak Kristus.

2. HIDUP INTIM DENGAN TUHAN

Tujuan kita diselamatkan adalah untuk mengembalikan hubungan kita yang sudah hilang, menjadi intim kembali dengan Bapa kita. Melalui salib Kristus, hal-hal yang selama ini menghalangi hubungan kita dengan Bapa dihapuskan. Sebagai orang percaya, kita kembali kepada Allah dan berpaling dari dosa-dosa kita. Dia datang ke dalam hidup kita dan memulai hubungan yang baru dengan kita dalam kasih-Nya. Allah benar-benar ada di dalam hati setiap orang Kristen sejati. (Yohanes 14:23; Wahyu 3:20; 2 Korintus 13:5).
“Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.” Roma 8:9-10.

Manusia sangat berharga di mata Allah, dirindukan oleh Allah untuk memiliki hubungan intim dengan Dia. Allah ingin kita membina persahabatan yang erat dengan Dia. Tuhan ingin agar kita banyak menghabiskan waktu dengan Dia, berkomunikasi dan bersekutu dengan Dia, mengikuti Dia dan Dia akan memberi makna dan tujuan pada hidup kita.
Setiap orang harus menyadari bahwa kita sangat perlu untuk mendengarkan suara Tuhan, karena hal itu adalah bagian yang paling penting dalam membina hubungan kita dengan Allah. Dengan membina komunikasi dengan berdoa; maka di mana pun kita berada dan bagaimana pun hidup kita, Dia akan senantiasa memimpin kita.

Iman dan kasih kita kepada Allah membawa kita untuk:
• lebih mengenali dan merasakan hadirat-Nya,
• berani berbicara dengan Dia,
• mendengarkan suara-Nya.

Ini adalah doa; pernyataan rasa syukur kita, kasih kita, pengharapan kita, dan kita menerima jawaban doa, jaminan dan bimbingan, damai sejahtera, kekuatan dan kuasa, pewahyuan tentang siapa Dia dan apa kehendak-Nya. (Matius 7:7-8; Yohanes 16:13; Efesus 1:17-18)
Doa adalah wujud komunikasi dengan Allah. Melalui doa kita mengalami hubungan dengan Allah. Kualitas doa kita dengan demikian juga ditentukan oleh kualitas hubungan kita dengan Dia.

3. FOKUS KEPADA PERKARA YANG DI ATAS

“Perkara yang di atas” menunjuk kepada hal-hal yang Ilahi; yang sifatnya memuliakan Tuhan. Hal-hal yang berkenan kepada Allah, hal-hal yang membawa berkat bagi banyak orang dan hal-hal yang tidak merugikan orang lain. Itu adalah maksud dari fokus pada perkara-perkara di atas. Kebiasaan hidup seperti inilah yang selalu menonjol dari mereka yang telah dapat menjadi saksi Kristus. Manusia yang mau memikirkan perkara yang di atas adalah manusia yang mampu menyangkal diri. Mengatakan “tidak” terhadap kemanjaan, kenyamanan dan keinginan diri sendiri yang dapat menjadi penghalang terhadap penerapan “perkara yang di atas”.

• Menanggalkan egoisme dan egosentrisme di segala aspek kehidupan
• Memikirkan segala sesuatu yang berguna bagi pekerjaan Tuhan dan menanggalkan keinginan duniawi

Karena orang yang memikirkan perkara yang di atas, mau tidak mau bertentangan dengan pola pikir duniawi. Ia harus hidup untuk melakukan kehendak Tuhan dan bukan bagi diri sendiri. Kondisi ini akan memampukan setiap orang percaya menjadi saksi Kristus.

4. TELAH MENGALAMI KASIH KRISTUS

Ciri khas dari seorang saksi adalah dia sudah mengalami sesuatu hal yang telah terjadi. Sebagai orang Kristen tentunya kita pernah mengalami pengalaman hidup bersama Tuhan Yesus, mungkin kita mengalami kesembuhan, pemulihan, terobosan-terobosan, mujizat bahkan juga hal-hal yang tidak pernah kita lihat, tidak pernah kita dengar, semua itu adalah kasih Kristus terhadap kita semua dan kita sudah mengalaminya.

5. HIDUP DI DALAM KASIH

“Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.” Kolose 3:12.
Kasih adalah bagian paling penting di dalam kehidupan manusia, sebab apabila kita telah mengalami kasih Kristus, maka sudah seharusnya kita membagikan kasih itu kepada saudara-saudara kita, kita diajak untuk saling mengasihi. Mengasihi yang diajarkan Tuhan juga bukan sebuah kasih yang karena orang lain mengasihi kita saja, tetapi kita memberikan kasih yang lebih daripada itu; yaitu kita mengasihi juga orang yang tidak mengasihi kita.
Mengasihi orang yang membenci adalah hal yang tidak mudah, namun jika kita mampu melakukannya, maka kita adalah orang yang berbeda dengan orang yang tidak mengenal Kristus. Kasih mampu membuat kita melakukan apa yang tidak mungkin kita lakukan sebelumnya. Allah mengajarkan kita untuk menanggalkan cara hidup kita yang lama dan menjadi manusia baru di dalam Kristus, dan saat ini marilah kita hidup di dalam hidup yang diperbaharui yaitu hidup di dalam kasih, sebab Allah sendirilah kasih itu. Mengasihi sesama adalah wujud kasih kita kepada Allah.

6. MENGEKSPRESIKAN GAYA HIDUP YANG BARU

“Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;” Kolose 3:9-10
Seorang saksi Kristus adalah seorang yang sudah mengalami perubahan dari manusia lama menjadi manusia baru ; dan perubahan itu terwujud dalam perubahan gaya hidup nya juga. (2 Korintus 5:17)

Rasul Paulus menekankan tentang masalah gaya hidup sebagai orang Kristen dalam Efesus 5:15 “... Perhatikanlah dengan seksama bagaimana kamu hidup, ...”
Sehingga hidup kita sebagai orang-orang Kristen bukan hidup yang sembarangan, bukan hidup yang ala kadarnya, melainkan hidup yang sesuai dengan Kristus, berpadanan dengan Firman Tuhan, sehingga melalui kehidupan kita banyak orang melihat menjadi takut, lalu percaya kepada Yesus Tuhan.
[IFP]



Translate