SHARING SUPPLEMENT
NOVEMBER #3 2012


TANGGUH DI SEGALA SITUASI

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13)

            Seperti yang telah disampaikan oleh Gembala Sidang / Pembina bahwa unta adalah hewan yang tahan terhadap cuaca yang extreem.  Unta bisa bertahan di suhu 50 0 C dan suhu – 50 0 C.    Sungguh hewan yang sangat tangguh di segala situasi. Sesungguhnya demikian juga dengan kita manusia. Kita diciptakan TUHAN dengan sangat luar biasa; manusia diciptakan TUHAN mampu bertahan dalam segala pencobaan (situasi dan kondisi). Itulah sebabnya jangan mudah menyerah, khususnya kita yang percaya kepada TUHAN YESUS KRISTUS.  Apa sesungguhnya rahasia kekuatan kita? Jawabannya sangat sederhana, yakni YAKIN!

Ada 3 (Tiga) keyakinan yang perlu kita miliki untuk dapat menjadi pribadi yang tangguh di segala situasi :

1.     YAKIN bahwa pencobaan yang kita alami adalah pencobaan biasa.
            Pencobaan yang kita alami adalah biasa, bukan sesuatu yang besar atau sesuatu yang luar biasa. Seberapa pun besarnya pencobaan yang kita alami, tetap bukanlah pencobaan yang luar biasa. Terkadang hanya kita yang terlalu berlebihan di dalam menilai persoalan yang sedang kita alami dan uniknya masih banyak orang yang sepertinya bangga kalau persoalan yang dialaminya itu adalah persoalan yang paling susah, yang paling berat. Itulah sebabnya mereka berkata : “Bapak sich gak ngalami seperti yang saya alami....beraaaaaaat Pak...”

            Yang dimaksud dengan pencobaan biasa adalah pencobaan yang tidak melebihi kekuatan manusia, artinya seberapa berat pun pencobaan yang kita alami, selagi masih bisa diatasi itu adalah pencobaan yang biasa.

Diskusi:
Ajaklah anggota COOL untuk merenungkan sejenak segala pencobaan yang pernah mereka alami, mintalah beberapa orang untuk bersaksi tentang persoalan yang paling berat yang pernah mereka alami, kemudian tanyakan apakah masalah tersebut bisa diatasi? Mintalah mereka memberikan penilaian terhadaop persoalan tersebut, apakah persoalan yang mereka alami itu tergolong pencobaan yang biasa atau luar biasa?


2.     YAKIN bahwa ALLAH tidak mungkin membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita.
            ALLAH kita adalah ALLAH yang luar biasa, DIA-lah Perlindungan kita yang sejati. Sekalipun DIA mengijinkan pencobaan terjadi dalam hidup kita, ALLAH tetap memberikan batasan-batasan terhadap pencobaan-pencobaan yang berusaha menyerang kita. 

            Ingat kisah Ayub saat dicobai oleh iblis? Apa yang TUHAN katakan kepada iblis? “Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya." (Ayub 2:6). Sekalipun iblis diberikan kuasa untuk mencobai Ayub, namun TUHAN tetap memberikan batasan kepada iblis. Iblis tidak boleh menjamah nyawa Ayub.   Sebagai Pencipta kita TUHAN tahu persis sampai sejauh mana batasan kekuatan kita. Seberat apapun pencobaan yang sedang engkau alami saat ini, yakinlah bahwa semua itu masih dalam batasan kekuatan kita. Engkau sanggup mengatasinya bersama dengan TUHAN.

Diskusi:
Ajaklah anggota COOL untuk menuliskan dalam secarik kertas, kata-kata motivasi / dukungan untuk rekan-rekan anggota COOL lainnya yang sedang menghadapi pergumulan/pencobaan. Setelah selesai beri waktu beberapa menit untuk mereka saling memberikan kertas tersebut kepada orang yang mereka tuju.


3.     YAKIN bahwa ALLAH memberikan jalan keluar kepada kita.

            Disaat yang sama TUHAN izinkan pencobaan kita alami, disaat itu jugalah DIA mempersiapkan jalan keluar bagi kita. Dengan mengizinkan pencobaan terjadi, DIA tidak pernah bermaksud untuk menjatuhkan kita. Tetapi itulah kesempatan untuk kita mengalami proses menuju kedewasaan iman.   Setiap kali anda mengalami pencobaan, yakinlah bahwa disana ada jalan keluar yang telah TUHAN siapkan untuk kita. Jalan keluar itu hanya akan kita temukan kalau kita tetap menjaga keintiman dengan TUHAN, tetap fokus kepada TUHAN saat pencobaan itu kita alami.
            Sudahkah kita memiliki 3 keyakinan ini? Milikilah dan jadilah pribadi yang tangguh di segala situasi. Amin. (DL/2012)

TUHAN adalah kekuatanku
Bersama DIA ku tak akan goyah
Ku kan terbang tinggi bagai rajawali
Melakukan perbuatan yang besar

Ku kan terbang tinggi bagai rajawali
Dan melayang tinggi dalam kemuliaanNya
Biar bumi bergoncang dan badai menerpa
Ku kan terbang tinggi bersama DIA


Bagikanlah kesaksian Anda kepada kami melalui e-mail:
kesaksian.cool@gmail.com

Saat Teduh
Hari Ke-1
Senin, 19 Oktober 2012
Mazmur 116-118
1.   Apakah yang menjadi inti Mazmur 116? Apakah hal yang penting yang harus kita lakukan saat kita mengalami pergumulan?
2.       Bagaimana Tuhan menjamin kelepasan bagi orang-orang yang berlindung dalam nama Tuhan?
3.       Bagaimana kehidupan orang yang datang ke rumah Tuhan untuk datang menghadap Tuhan?
4.       Jika kita mengucapkan nazar, apakah kita bisa membatalkan nazar itu?

Hari Ke-2
Selasa, 20 Oktober 2012
Mazmur 119
1.       Dengan apakah serorang muda menjaga kelakuannya?
2.       Apakah yang membuat kita lebih bijaksana dari pada musuh-musuh kita?
3.       Apakah yang menjadi bagian kita di hadapan Tuhan?
4.       Apakah peranan firman Tuhan dalam kehidupan kita?

Hari Ke-3
Rabu, 21 Oktober 2012
Mazmur 120-122
1.       Apakah yang Anda harus lakukan jika Anda mendapat fitnahan?
2.       Darimanakah datangnya pertolongan kita yang tidak pernah mengecewakan?
3.       Apakah yang Tuhan lakukan untuk menjaga kita?
4.       Bagaimana caranya berdoa untuk umat pilihan Tuhan?

Hari Ke-4
Kamis, 22 Oktober 2012
Mazmur 123-125
1.       Apakah yang harus kita lakukan di tahun Ayin Gimel ini berdasarkan Mazmur 123?
2.       Betapa pentingnya kalau Tuhan ada di pihak kita. Apakah dampaknya?
3.       Apakah yang akan diterima oleh orang benar dan orang fasik?
4.       Apakah yang akan dialami oleh orang-orang yang menyimpang ke jalan yang berbelat-belit?

Hari Ke-5
Jumat, 23 Oktober 2012
Mazmur 126-128
1.       Apakah yang dialami oleh orang-orang yang telah menabur?
2.       Peranan penting apakah yang dipegang oleh anak-anak muda?
3.       Apakah kunci kebahagiaan sebuah keluarga?
4.       Bagaimanakah kehidupan keluarga yang berbahagia?

Hari Ke-6
Sabtu, 24 Oktober 2012
Mazmur 129-132
1.       Apakah yang akan dialami oleh orang-orang yang membenci Sion?
2.       Mengapa kita perlu terus berharap kepada Tuhan?
3.       Sikap apakah yang seharusnya kita miliki menurut Mazmur 131?
4.       Apakah yang Tuhan kehendaki terhadap Sion? Apakah yang terjadi jika Tuhan sudah mendiaminya?

Hari Ke-7
Minggu, 25 Oktober 2012
Mazmur 133-135
1.       Bagaimanakah Mazmur 133 menuliskan tentang kerukunan?
2.       Apakah yang harus dilakukan senantiasa oleh hamba-hambaNya kepada Tuhan?
3.       Berkat Tuhan apakah yang sudah Anda terima hari ini? Naikkanlah syukur kepada Tuhan senantiasa atas kebaikan-kebaikannya.

Entering The Next Level! (1)

Saudara, waktu berjalan begitu cepat dimana sekarang sudah bulan November dan kita tahu sejak awal tahun Tuhan memberikan tema untuk tahun 2012 adalah: “Tahun 2012, tahun perkenanan Tuhan. Multiplikasi dan promosi terjadi karena perkenanan Tuhan. Mujizat masih ada!”

Tahun Ayin Gimel (5773 menurut kalender orang Yahudi) yang dimulai pada tgl 16 September 2012 sampai dengan 4 September 2013, Ayin berbicara tentang mata Tuhan dan mata kita. Mata Tuhan senantiasa tertuju kepada kita, Dia mau menuntun dan mengarahkan kita. Dia mau menasehati dan menegor kita. Itulah Tuhan kita! Karena itu saya katakan bahwa Tuhan Yesus baik! Sekarang tergantung kita, kalau saudara dan saya mau mengalami tuntunan dan arahan Tuhan; yang harus kita lakukan adalah: mata kita harus senantiasa tertuju kepada Dia!

Akhir-akhir ini tuntunan Tuhan yang kita terima melalui itu adalah bahwa kita sedang dibawa naik ke level yang lebih tinggi atau Entering The Next Level. Kalau kita mau mengikuti hal ini, maka kita akan dituntun bagaimana supaya naik ke level yang lebih tinggi dan kalau kita lakukan maka itulah yang disebut dengan: berkenan di hadapan Tuhan. Dan saya percaya perkenanan Tuhan turun atas Saudara berlimpah….limpah….limpah! Amin!

I. MENJADI SERUPA DENGAN GAMBAR
   YESUS
Mungkin ada yang bertanya, “Level itu maksimalnya dimana?” Apa target Tuhan buat saudara dan saya? Mungkin ada yang berkata, “Pak Niko setiap bulan berkata entering the next level atau naik ke level yang lebih tinggi, ini mau kemana?” Roma 8:29–30, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”

Percayakah Saudara bahwa kita ini adalah orang-orang pilihan? Amin! Lihatlah betapa berharganya Saudara dan saya di mata Tuhan. Kita telah dipilih sejak kita berada di dalam kandungan ibu kita. Alkitab juga berkata bahwa kita dipilih sejak sebelum dunia dijadikan (Efesus 1 : 4). Saudara yang berada di tempat ini bukanlah kebetulan. Mungkin ada yang baru bertobat 3 bulan, 5 bulan bahkan ada yang sudah 50 tahun dan Saudara berada di tempat ini, itu bukanlah kebetulan! Itu karena Saudara termasuk orang-orang pilihan. Amin!

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara….. Saudara, kita ini sudah ditentukan dan targetnya, yaitu supaya kita menjadi serupa dengan gambaran Yesus. Sekarang ini kita sedang dibawa ke sana, tetapi bagaimana caranya?

Ayat 30 dari Roma 8 tadi berkata, “...Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”

Saudara pasti mendengar panggilan-Nya, mungkin ada yang baru dipanggil 3 bulan dan sebagainya tetapi yang penting Saudara mendengar panggilan-Nya. Kemudian yang dipanggil-Nya itu dibenarkan dan itu bukan karena perbuatan baik kita, melainkan karena iman kita kepada Tuhan Yesus. Dan yang dibenarkan itu juga dimuliakan-Nya. Apakah Saudara mau dimuliakan? Amin! Apakah Saudara tahu arti dimuliakan? Dimuliakan itu artinya diproses habis! Apakah Saudara masih mau dimuliakan kalau artinya sama dengan diproses habis? Kadang-kadang ketika di ibadah dikatakan, “Mari kita beri kemuliaan!”, lalu semua bertepuk-tangan dengan sukacita. Tetapi sesungguhnya arti dimuliakan itu adalah ‘diproses habis-habisan’ sampai Saudara dan saya menjadi serupa dengan gambar-Nya.

II. MAKNA GIMEL SEBAGAI PRIBADI
    KE-3, YAITU ROH KUDUS
Efesus 4:11–13, “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,  13sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.”

Ada 5 jawatan, yaitu rasul, nabi, penginjil, gembala dan guru yang semuanya diberikan untuk memperlengkapi dan membantu orang-orang kudus agar ayat 13 itu terjadi. Tadi dikatakan bahwadimuliakan artinya diproses habis atau dengan kata lain Saudara dipaksa untuk ke arah sana. Kita telah dituntun Tuhan secara luar biasa melalui Ayin Gimel (73) tadi. Jadi Ayin (70)-nya berbicara tentang mata Tuhan dan mata kita sedangkan Gimel yang adalah angka 3 dalam bahasa Ibrani bentuk hurufnya seperti unta. Bulan yang lalu saya telah berbicara tentang unta ini, tetapi kali ini tentang Gimel yang adalah angka 3. Dalam bahasa Ibrani;
 Aleph sama dengan angka 1,
 Beth sama dengan angka 2, dan
 Gimel adalah angka 3,
jadi ketiganya berbicara tentang Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Ayin Gimel sendiri berbicara tentang Allah Roh Kudus.

Bukankah pesan Tuhan yang Saudara sering dengar hari-hari ini adalah, “Roh Kudus sedang dicurahkan secara luar biasa!” Amin!  Ini adalah era kemuliaan dan yang Tuhan mau adalah hidup kita berkenan di hadapan Tuhan. Oleh sebab itu mari kita semua meresponinya. Kalau sekarang Tuhan berkata bahwa ini adalah era kemuliaan Tuhan dimana Roh Kudus sedang dicurahkan, marilah kita meresponinya.  Bagaimana kita meresponinya?

1. Unity
Doa Tuhan Yesus, “Bapa, Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, …..” (Yoh 17:22–23)

Pada waktu Roh Kudus dicurahkan seperti ini mari kita responi dengan hidup unity. Unity ini dimulai pertama-tama antara kita dengan Tuhan. Tetapi setelah itu adalah unity di antara keluarga. Keluarga harus unity! Gereja-gereja harus unity! Denominasi-denominasi harus unity!

Saya adalah salah satu orang yang Tuhan angkat atau dipakai untuk menyatukan gereja-gereja termasuk yang di Indonesia. Saya tidak perduli ketika tentunya tidak semua orang suka kepada saya. Meskipun dijelekkan dan dihabisi, bagi saya itu tidak masalah, karena yang penting hati saya berkata, “Mari kita unity!”  

2. Semakin Dalam Dengan Roh Kudus
Pada waktu Roh Kudus dicurahkan seperti sekarang ini, ada pesan Tuhan melalui Yehezkiel 47. Yehezkiel 40 – 48 ini berbicara tentang penglihatan tentang pemulihan atau tentang zaman baru. Disitu Yehezkiel diberikan penglihatan yang luar biasa oleh Tuhan.

Pada pasal 47, Yehezkiel sedang dibawa oleh ‘seseorang’ ke Bait Allah; dimana ada pintunya yang menghadap ke timur, lalu dari ambang pintu itu keluar air. ‘Orang’ itu memegang semacam tali untuk mengukur:
• Awalnya dia mengukur air itu mulai dari kluarnya air sampai 1000 hasta ke depan. Setelah itu dia menyuruh Yehezkiel untuk masuk ke dalam air itu. Ketika Yehezkiel masuk ternyata di sana airnya masih sepergelangan kaki dalamnya.
•    Arus air itu memang deras dan orang itu kembali mengukur 1000 hasta lagi ke depan kemudian kembali menyuruh Yehezkiel masuk ke dalamnya. Ternyata airnya sekarang sudah selutut dalamnya.
•    Lalu diukur kembali 1000 hasta ke depan, dan Yehezkiel kembali disuruh masuk ke dalamnya. Di sana airnya sudah mencapai sepinggang.
•    Belum selesai sampai di sana, diukur lagi 1000 hasta ke depan, jadi jumlah panjang yang diukur sudah 4000 hasta dan ternyata di sana airnya sudah membuat Yehezkiel tenggelam dan dia tidak lagi bisa berjalan melainkan harus berenang.
Maknanya penglihatan ini adalah tentang level atau kedalaman kita dengan Roh Kudus:

• Level Sepergelangan Kaki
Pertama-tama saya percaya ketika kita bertobat dan percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan Roh Kudus ada di dalam Saudara, mungkin kedalaman Saudara dengan Roh Kudus itu masih sepergelangan kaki. Di level ini masih enak dimana Saudara masih bisa berjalan kemana-mana. Walaupun arusnya deras, Saudara tetap masih bisa bebas bergerak kemana saja.  Ini adalah ‘periode’ yang paling menyenangkan! Beberapa puluh tahun yang lalu ketika saya masih di full-gospel (FGBMFI), ada banyak sekali cerita kesaksian-kesaksian yang luar biasa dari orang-orang yang baru bertobat. Apa saja yang dia kerjakan selalu berhasil dan mereka senangnya bukan main. Lagu yang paling senang dinyanyikan ketika itu saya masih ingat, yaitu lagu “Aku diberkati….yang penting aku diberkati…., dst” Mengapa? Memang semua diberkati dan ‘dimanja’ oleh Tuhan.  Tetapi kita tidak bisa selamanya berada dilevel nitu. Waktu terus bergerak maju dan sampailah kita ke level berikutnya.

• Level Selutut
Di level ini mulai dirasakan agak berat karena arusnya deras, tetapi dia masih bisa berjalan bebas dan masih bernyanyi, “Aku diberkati….yang penting aku diberkati…” Dari sini masih akan terus bergerak ke depan karena memang sejak semula telah ditentukan untuk menjadi serupa dengan gambar-Nya sehingga harus masuk lebih dalam lagi. Lalu sampailah di level selanjutnya.

 Level Sepinggang
Di level ini mulai terasa berat sekali ketika mau berjalan bebas apalagi melawan arus karena memang arusnya deras. Saudara, disini banyak yang berusaha dengan memakai cara-cara yang lama, namun demikian banyak yang mengalami kerugian sehingga nyanyinya mulai berubah. Kalau tadi, “Aku diberkati…..”, sekarang menjadi, “Aku banyak rugi!...dulu diberkati!.” Ini karena banyak yang kurang mengerti. Di level yang dulu juga memiliki Roh Kudus tetapi masih bisa berjalan seenaknya atau sesukanya sendiri. Tetapi ketika mulai di level sepinggang ini dia baru mulai merasakan kesusahan. “Ko’ susah ya? Tadi saya mau berbuat ini, tapi sepertinya ada yang menahan…?.” Saya melihat waktu itu banyak yang keluar dari ‘sungai’ itu dan saya berdoa supaya tidak murtad ketika mereka keluar dari proses tersebut.  Namun saya mau beritahu Saudara bahwa saya banyak melihat ketika mereka keluar dari proses itu, justru mereka tambah ‘babak-belur.’  Itulah yang terjadi!

Mungkin sekarang Saudara ada yang sedang mengalami hal seperti itu dan Saudara tidak mengerti, mengapa ketika dulu baru bertobat diberkati luar biasa;  tetapi ketika semakin sungguh-sungguh malah jadi semakin susah. Kenapa? Karena memakai cara yang lama dan memakai pikirannya sendiri dan tidak memakai pikiran-Nya Kristus! Padahal arus itu adalah Roh Kudus yang sedang mengarahkan kita. Makanya saya sering berkata, “Banyak masuk menara doa” dan banyak bertanya kepada Tuhan. Tetapi proses itu belum selesai karena akan berlanjut ke level selanjutnya, yaitu sampai tenggelam sepenuhnya, namun di level ini saja sudah banyak yang mulai keluar karena tidak tahan diproses.


BERSAMBUNG


Translate