Bagaimana Mengalami Multiplikasi Dan Promosi (2)

BAGAIMANA SUPAYA KITA MENGALAMI MULTIPLIKASI DAN PROMOSI?

1. MEMPERHATIKAN PERINTAH-PERINTAH TUHAN

2. JANGAN KUATIR AKAN HIDUPMU

3. JADILAH UMAT PEMENANG

4. MENGANDALKAN HANYA KEPADA TUHAN

Saudara perhatikan baik-baik pesan Tuhan yang berkata, “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!”, tetapi sebaliknya “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!”

Perhatikan ini baik-baik Saudara! Memasuki tahun 2011 kita harus mengandalkan hanya kepada Tuhan dan jangan kepada yang lain-lain!

Saya diberikan satu data dan saya pikir ini luar biasa. Pasal yang berada di tengah-tengah Alkitab adalah Mazmur 118. Sebelum Mazmur 118 ada 594 pasal dan setelah Mazmur 118 pun ada 594 pasal juga. Dan yang luar biasa kalau kita tambahkan jumlah pasal-pasal tersebut, yaitu 594 + 594 = 1188. Sekarang mari kita buka Mazmur 118:8 dan ternyata ada tertulis: “Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.” Ayat tersebut merupakan ayat yang berada di tengah-tengah Alkitab dan saya percaya ini adalah pesan Tuhan buat kita memasuki tahun 2011!

Mari kita teruskan membaca ayat 9-nya, “Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan.”

Orang yang menaruh harapannya kepada Tuhan itu seperti apa yang disebutkan dalam Mazmur 1:1–3, ”Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”

Mari kita renungkan sejenak, apakah Saudara percaya bahwa apa saja yang Saudara kerjakan di tahun 2011 akan berhasil? Amin! Oleh sebab itu lakukanlah firman Tuhan ini, yaitu berharap hanya kepada Tuhan. Jangan berharap kepada manusia dan jangan berharap kepada kekuatannya sendiri.

Saudara, saya terkesan ketika membaca buku dari George Barna yang adalah President dari Barna Research Group Limited, yaitu badan yang mengadakan research tentang kekristenan di Amerika Serikat. Data-data yang dihasilkan badan ini sangat bagus, sehingga banyak dipakai oleh koran-koran, dsb..

Ada satu pertanyaan yang diajukan kepada orang-orang kristen dan mereka menghitung ada berapa banyak yang menjawab “Ya” dan berapa yang menjawab “Tidak”. Pertanyaannya adalah : “Apakah Tuhan menolong orang yang menolong dirinya sendiri?” Atau dengan perkataan lain : “Apakah Tuhan menolong orang yang mengandalkan dirinya sendiri?”

Tadi kita sudah membaca bahwa diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, dan terkutuklah orang yang mengandalkan dirinya sendiri. Jadi, seharusnya jawaban pertanyaan tersebut adalah tidak!

Tetapi tahukah Saudara, apa yang terjadi? Ternyata yang menjawab “Ya”, artinya Tuhan menolong orang yang mengandalkan dirinya sendiri ada sebanyak 75%!

Saya sendiri pun kaget membacanya dan bertanya bagaimana kalau orang-orang kristen seperti itu semua? Bukankah ini tidak berbeda dengan orang dunia? Karena itu kadang-kadang kita lihat bahwa mujizat yang luar biasa dan Tuhan yang akan memberkati umat-Nya dengan multiplikasi dan promosi itu sepertinya tertahan gara-gara seperti ini dan dunia semua seperti itu.

Jadi, kalau mereka menjawab “Ya”, itu artinya : Mereka bekerja dan yang menjadi nomor satu adalah “saya bekerja keras ... saya bekerja keras”. Setelah itu baru berkata, “Ini Tuhan, saya serahkan kepadamu”. Yang seperti ini mungkin yang masih percaya kepada Tuhan, tetapi bagi yang tidak percaya cukup sampai diri sendiri yang kerja keras.

Saya pernah melihat di televisi di mana di situ diajukan pertanyaan kepada seorang anak muda yang berhasil dalam usahanya. Pertanyaannya adalah, “Apakah kiat Saudara untuk hidup sukses?” Jawaban anak muda tersebut adalah, “Saya ini mempunyai mimpi besar ... setelah itu saya kerja keras, kemudian saya kerja kreatif. Bekerja itu harus kreatif dan baru setelah itu saya kerja ikhlas dan saya serahkan kepada Tuhan”. Dalam hal ini semuanya memang betul, tetapi sesuai apa yang kita dengar hari ini, urut-urutannya yang tidak benar!

Saudara, saya mau bertanya, siapakah yang memberikan mimpi besar itu? Ini harus diucapkan! Sebab saya banyak mendengar, kadang-kadang bahkan dari seorang hamba Tuhan yang pernah berkata, “Saya punya mimpi yang besar ...!”, tetapi siapakah yang memberikan mimpi besar tersebut?

Inilah yang Tuhan mau untuk tahun 2011, yaitu ucapkan hal-hal seperti ini, “Saya bergairah dengan Tuhan. Saya intim dengan Tuhan. Saya diberi mimpi besar oleh Tuhan! Setelah itu saya kerja keras, tetapi bukan kaki menjadi kepala dan kepala menjadi kaki, tetapi saya bekerja dengan rajin! Ada waktu buat saya untuk banyak bersama dengan Tuhan, setelah itu Tuhan memberikan saya kerja dengan kreatif, (yaitu bekerja dengan cerdas)!” Setelah itu barulah saya berkata, “Tuhan, hamba-Mu serahkan ini ke dalam tangan-Mu. Hamba-Mu sudah bekerja dan sekarang hamba serahkan kepada-Mu”. Inilah yang harus kita lakukan!

Coba Saudara perhatikan di mana-mana, kebanyakan berkata, “Harus punya mimpi besar, dong!”, tetapi siapakah yang memberikan mimpi besar itu? Bukan mimpi besar yang seenaknya saja. Sebab mimpi itu bisa dari Iblis atau dari Tuhan, hanya itu saja! Kemudian kerja keras dan kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki, membanting tulang serta keringat bercucuran. Mungkin berpikir bahwa semakin banyak keringatnya itu semakin baik. Bukankah dunia seperti itu? Sebab kalau keringat tidak sampai bercucuran akan dianggap pemalas! Siapa yang mengatakan demikian, bukankah Alkitab tidak pernah berkata seperti itu? Bekerja dengan rajin, memang benar. Bekerja dengan kreatif juga betul! Tetapi ini bukan berarti ‘cari sana cari sini’ atau ‘sikut sana dan sikut sini’.

Saudara yang dikasihi Tuhan, ketika anak-anak Tuhan di Indonesia ditanya, “Apakah Tuhan menolong orang yang menolong dirinya sendiri? Apakah Tuhan menolong orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri?”, ternyata semua menjawab, “Tidak!” Itulah yang benar dan saya yakin bahwa masuk tahun 2011 Saudara akan mengalami multiplikasi dan promosi. Amin!

Saya mendapatkan satu data di mana di Indonesia diprediksi bahwa golongan menengah yang sekarang berjumlah sekitar 20 juta akan mengalami multiplikasi menjadi 40 juta di tahun 2015. Dan pada waktu itu Tuhan berkata kepada saya, “Aku akan sediakan ini buat anak-anak-Ku!”

Jumlah golongan menengah yang hanya 20 juta itu sangat kecil mengingat jumlah penduduk Indonesia yang ±250 juta saat ini, tetapi memasuki tahun 2015 ini akan dimultiplikasikan menjadi 40 juta dan Tuhan katakan, “Aku akan sediakan ini untuk anak-anak-Ku yang berharap kepada-Ku. Mereka akan mengalami multiplikasi dan promosi”. Mari yang percaya katakan, “Amin!”

Roma 11:36, “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” Kalau Saudara lakukan ini maka Saudara akan mengalami multiplikasi dan promosi! Nomor satu adalah Tuhan! Kalau Saudara mengutamakan Tuhan Yesus, jangan kuatir dengan yang lain-lain. Yang namanya multiplikasi dan promosi pasti Saudara alami!

5. MULIAKAN TUHAN DENGAN HARTAMU

Amsal 3:9–10, ”Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”

Saya ingin mengingatkan sekali lagi, hasil pertama tahun 2011 itu akan diberikan pada bulan depan, yaitu segala hasil di bulan Januari. Setiap bulan saya selalu mendoakan Saudara yang membawa persepuluhan dan memang persembahan sulung ini ada yang menterjemahkannya sebagai persembahan persepuluhan. Tetapi saya mau katakan kepada Saudara, bahwa kalau namanya buah sulung dan itu ditulis secara khusus, maka persepuluhan itu terlalu kecil. Oleh sebab itu harus ada sesuatu yang istimewa di hadapan Tuhan, sebab di sini Tuhan berbicara tentang sesuatu hal yang khusus.

Saya baru-baru ini mendapatkan kesaksian. Memang nanti pada bulan Februari para pengerja akan memberikan buah sulungnya di SICC bersama dengan saya. Kalau semua para pengerja mengumpulkan di SICC berarti pemasukan dari masing-masing cabang akan berkurang karena sebagian sudah dimasukkan di SICC bersama saya, sehingga tidak dimasukkan di masing-masing cabang tersebut.

Nah, ada salah satu cabang di wadah kita yang ternyata juga memberikan pengumuman di hadapan jemaat seperti ini, “Saudara-saudara nanti bulan depan semua hasil daripada persembahan buah sulung akan dimasukkan ke SICC!”

Jadi, kalau semua persembahan dimasukkan ke SICC, berarti penghasilan untuk belanja bulan itu adalah nol! Kalau semua persembahan dimasukkan ke SICC, maka untuk pembiayaan, dan sebagainya dari mana? Ketika hal tersebut diumumkan, para hamba-hamba Tuhan yang mendengarnya terkejut dan bertanya, “Wah, ini bagaimana? Itu keliru”. Tetapi tiba-tiba mereka saling berpandangan dan mengerti bahwa itu sebenarnya bukan satu kesalahan, tetapi Tuhan yang berbicara! Dan akhirnya mereka sepakat untuk melakukannya, walaupun secara teori mereka tidak tahu dari mana uang untuk pembiayaan nanti. Tetapi tahukah Saudara apa yang terjadi?

Tidak lama setelah itu, ada orang yang memberikan persembahan. Jadi misalkan, biasanya persembahan di bulan tersebut 100, tiba-tiba ada orang yang memberikan persembahan lebih dari 100. Berarti itu sudah disediakan terlebih dahulu oleh Tuhan!

Ini adalah satu rahasia yang Saudara perlu belajar juga. Bayangkan, itu baru saja niat dan belum diberikan persembahannya, tetapi seperti apa yang firman Tuhan katakan bahwa jika ada orang laki-laki yang memandang perempuan serta menginginkan dalam angan-angannya, itu sudah termasuk perzinahan! (Mat 5:28) . Hati-hati! Jangan suka melihat film porno, sebab baru menginginkan saja walaupun belum berbuat, itu sudah termasuk perzinahan.

Sama dengan kesaksian tadi, di mana baru saja niat dan sepakat untuk memberikan seluruh persembahan karena Tuhan menyuruh, ini belum terjadi, tetapi Tuhan sudah menyediakan apa yang mereka butuhkan!

“Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, dan keluargamu akan diberkati”, kata Tuhan!

Saya ingin menutup hari ini dengan pesan Tuhan yang berkata, “Jangan ingin kaya!” Sedari tadi kita mendengar tentang “berkat ... berkat ... dan berkat!”, tetapi Tuhan katakan, “Jangan ingin kaya!”

Sebab firman Tuhan berkata, “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” (1 Tim 6:9–10).

Dan Tuhan juga memperingatkan bagi yang kaya, “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati”. (1 Tim 6:17).

Saudara, ini penting! Bahwa kuasa untuk menikmati itu hanya dari Tuhan. Kita boleh punya apa saja, tetapi kalau tidak diberi kuasa untuk menikmati, kita hanya gigit jari. Setiap hari saya selalu berkata, “Tuhan, terima kasih. Tak habis-habisnya hamba-Mu ini mengucapkan terima kasih”. Mengapa?

Sebab saya merasakan bahwa saya diberikan kuasa untuk menikmati dengan damai sejahtera, kesehatan dan kekuatan dari Tuhan. Saya percaya itu juga yang akan Tuhan berikan kepada Saudara, jika Saudara tidak berharap kepada uang, tetapi hanya berharap kepada Sang Pemberi Berkat yang memberikan kita segala sesuatu untuk dinikmati.

Tuhan juga berkata kepada orang-orang kaya, “Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya” (1 Tim 6:18–19).

Tidak ada komentar:

Translate